udah lupa rasanya menatap handphone lama-lama, hanya untuk menunggu pesan singkatmu, yang sebenarnya tak mungkin ada.
Mendoakan pun sudah lebih dari cukup... walau diam-diam.
Aku gak paham, kenapa sih ada orang yang rela nunggu lama cuma buat hal yang gak pasti? Orang itu... aku.
mungkin kau bukanlah jodohku, atau bahkan bukan takdirku, terus terang aku merindukan setengah mati merindu~
Kalau kamu dibenci, ya itu persepsinya dia. Toh, kamu tidak melakukan kesalahan. Ngapain merasa bersalah?
Kenapa harus merasa bersalah? Minta maaf? Untuk segala hal yang tak kamu lakukan? Rela diinjek-injek? :D
Saya tak bisa apa-apa selain mendoakanmu dari jauh.